Postingan

Perahu Kertas

Sepertinya, ketikan ini akan jadi yang terakhir membahas tentang Angkasa. Tulisan sebelumnya adalah tentang betapa aku tidak terima dan merasa diperlakukan tidak adil, padahal itu adalah hak Angkasa. Tidak ada hubungannya dan aku sama sekali tidak seharusnya mencampuri apa yang ia suka dan ingin lakukan. Kertas kali ini adalah fase penerimaan setelah semua yang aku rasakan. Secara ajaib aku mendapat apa yang aku inginkan. Meski aku tau semua itu semu dan sementara. Tapi cukup, karena Angkasa memang tidak menginginkanku. Singkat cerita setelah aku protes habis-habisan, penuh amarah, Angkasa mengajakku bicara lalu taraa muncul sebuah kontrak untuk menjadi pacar selama satu hari. Tidak sampai satu hari malah, hanya delapan jam. Prosesnya sulit dijabarkan, aku juga masih tidak habis pikir. Bisa-bisanya. Kamis, 26 Januari 2023 adalah hari paling menyenangkan. Hari perjanjian kontrak menjadi pacar Angkasa. Namun, entah apakah ada bonus, hampir sepenuhnya di bulan Januari, Maret, dan April a...

Perahu Kertas

"Aku capek tiap ngobrol pasti ngebahas perkare cinte yang nda ade abisnye" "Aku tahu, aku punye pengalaman di percintaan lebih banyak, sedangkan kau nda. Karene itu, aku nda kayak kau yang masih di fase menggebu-gebu." "Cerite ke orang lain lah, ke siape ke yang kau percaya" dan banyak lagi. Ia bilang tidak punya alasan, hanya senang dan merasa tenang jika berada di dekat "orang baru" ini.  Ini adalah tokoh ke sekian yang aku tulis di sini. Tidak ada habisnya, entah kapan habisnya. Angkasa selalu punya orang baru dan aku selalu sakit hati. Tidak bisakah semua ini berhenti? Tidak bisakah aku jadi manusia yang tidak peduli saja padanya? Kenapa aku harus merasakan semua ini? Aku terus bertanya dan mencari penjelasan, yang bahkan Angkasa sendiri tidak punya jawabannya. Aku harus bertanya kepada siapa lagi? Aku jelas tidak terima bagaimanapun kondisinya, siapapun itu. Aku akan selalu menuntut ini dan itu. Tidak ada puasnya. Kenapa aku merasa begitu in...

Perahu Kertas

Aku adalah amarah. Banyak dosanya. Yang jahat adalah aku, yang egois adalah aku.

Surat

Halo hujan yang hadir bersama angin, bolehkah aku meminta bantuan kepadamu? Tolong sampaikan kepada ia yang entah ada di mana.. bahwa, sulit sekali untuk menutup mata di saat malam. Bahwa sulit sekali untuk menerima keadaan. Ia pernah berkata jika tidak akan ada yang berubah. Semuanya akan seperti biasa saja. Tapi, yang aku rasakan hingga saat ini adalah sebaliknya. Sulit sekali bahkan hanya untuk sekadar bicara. Ia sungguhan sudah menjauh. Tidak ada lagi cara untuk memperbaiki semua ini kah? Ramah, riang, dan segala keseruannya sudah menguap jadi ketus, abai, dan enggan.

Perahu Kertas #27

Aku tidak pernah merasa sesia-sia ini suka dengan seseorang. Satu tahun adalah waktu yang lebih dari cukup untuk mengubah seseorang. Berubah drastis. Bahkan seperti orang yang sama sekali tidak pernah aku kenal sebelumnya. Payah sekali, 4 tahun waktuku habis untuk itu. Aku benar-benar bodoh *tambahan tulisan miring ini aku tulis tanggal 29 Juli 2022. Ralat, semua ini tidak sia-sia. Aku bisa banyak belajar dan jadi lebih mengenal diriku sendiri berkat Angkasa. Setelah membaca ulang, aku minta maaf karena waktu itu sudah berpikiran buruk.

Perahu Kertas #26

Blog ini isinya bener-bener menggalau mulu. Yaudahdeh daripada dipendem. Aku lagi males nulis di buku cokelat. Buka Twitter atau Instagram bener-bener bencana. Memang ga tau apa-apa soal kehidupan orang-orang adalah pilihan terbaik. Sekitar seminggu aku deactive Twitter Instagram, terus karena bukber tadi dan pengen liat pesan langsung dari teman sekelas yang hilang, mau ga mau aku aktifkan kembali akun Instagram. Kulihatlah story , byur.. patah hati dalam sekejap. Dari story beberapa akun teman Angkasa, mereka dapet bingkisan lebaran dari Angkasa dan.. teman perempuannya Angkasa. Aku ga suka.. dengan aku yang merasa seperti ini. Kenapa aku harus merasa seperti ini? Rasanya tidak bisa terima, sakit hati, cemburu. Kenapa orang orang bisa mudah sekali seperti itu? melakukan ini dan itu bersama Angkasa. Apa sih rahasianya? Bagaimana caranya? Kenapa mereka, bahkan teman dekatku sendiri, bisa gitu dengan enaknya minta jemput angkasa, bareng ke sana, ke mari.. sedangkan aku tidak? Kenapa? Ke...

Perahu Kertas #25

Hamparan asa hilang bersama angin. Saat ini aku merasa hatiku sudah membeku. Lupa bagaimana rasanya berapi-api hendak bertemu dengan seseorang. Seperti sirna, semangatnya telah patah. Seperti pupus, tidak ada gunanya mencoba. Sebab, sudah khatam bahwa jawabannya adalah penolakan. Angkasa, aku harus bagaimana? Aku tidak mau sampai menyerah, tapi aku juga sudah lelah. *tambahan tulisan miring ini aku tulis tanggal 29 Juli 2022. Ternyata sampai saat ini aku belum menyerah. Memang belum menyerah, tapi aku memutuskan untuk lebih menerima. Aku tidak pergi atau menjaga jarak. Aku hanya tidak ingin berbuat salah dan banyak menuntut lagi, terlebih berharap.

Perahu Kertas #24

Perjalanan pulang dari Jogja-Jakarta-Pontianak bersama Angkasa adalah perjalanan paling menyenangkan yang pernah aku alami. *tambahan tulisan miring ini aku tulis tanggal 29 Juli 2022. Memang benar. :)

Perahu Kertas #23

Selamat malam, Aku menyebut seorang yang aku suka dengan nama Angkasa juga ya di sini? Ohiya benar, ada di Perahu Kertas awal-awal. Ini adalah postingan pertama di tahun 2022, meskipun tidak juga. Januari kemarin aku sempat mau menulis, tapi entah kenapa tulisannya terpotong, baru tiga baris. Sepertinya waktu itu aku mau berterharu ria karena sedang bersenang ria tapi jatohnya inget-inget yang bersedih ria. Yah, begitulah. Di tahun ke-22 ini—ceilah baru juga jalan 10 hari, aku merasa jadi orang yang dewasa awal itu.. sungguh tidak enak. Memberatkan. Penuh masalah yang timpang tindih, bersangkut-paut, bak domino. Satu hal dapat berkelindan dengan hal lain. Berinteraksi dengan manusia adalah hal paling rumit, ya siapa pula yang bilang gampang. Mereka punya 1001  defense mechanism . Niat ingin berpesan A, yang ditangkap B, dampaknya C. Aghh! Setelah dibaca ulang, jelek sekali ya tulisanku. Kalimat pertama paragraf pertama dengan kalimat selanjutnya ngga nyambung. ew. Tapi, pada d...

Perahu Kertas #22

Semesta semakin lama semakin lucu dan aneh saja, ya? Aku mulai merasa tahun ini adalah tahun teraneh. Dimulai dengan kebingungan sana-sini, lalu diakhiri dengan fakta menyenangkan bukan main wkwk. Yeah, setidaknya menyenangkan bagiku. Meskipun ini bukan ending , aku sudah belajar cukup banyak, jadi—semoga saja, akan lebih baik. Satu sisi muncul pertanyaan, "apakah sebaiknya kusimpan rasa suka ini atau dibuang saja yang jauh?" Diikuti dengan cabang pikiran yang semakin ditarik, dahannya jadi semakin banyak. Bikin takut saja. Tidak, tidak, aku tidak mau merasa seperti itu lagi. Setelah kutelaah diriku lebih dalam, akar masalah ada di rasa takut dan cemas berlebihan. Outputnya bisa jadi banyak macam. Aku jadi gampang marah, sedih, kesal, tidak terima, berpikir negatif, dan mengekang diri sendiri. Parahnya sampai mengekang orang lain juga. Sungguh maafkan aku. Sikap yang paling benar sejauh ini sepertinya, ya sudah, lepaskan saja. Tidak ada yang perlu dipaksakan atau takut akan k...

Perahu Kertas #21

Aku rasa, semakin dewasa akan semakin banyak kata yang sebaiknya tidak perlu diucapkan. Semakin dewasa, semakin sedikit manusia yang benar-benar berarti. Semakin dewasa, kebutuhan sosial itu susah untuk digapai. Kamu hanya bisa bergantung pada diri sendiri. Mau tidak mau, hal yang tidak mau menjadi, ya.. mau tidak mau. Entah itu untuk dijalani, disyukuri, diterima dengan lapang dada. Tidak semua berjalan dengan apa yang dimau. Terlalu banyak berharap hanay akan menyakiti diri sendiri. Menunggu yang tidak mengharapkan kita sama sekali, sepertinya hanya akan buang-buang waktu. Tidak ada yang tahu masa depan, memang. Bahagiakanlah diri untuk saat ini, hidupmu adalah untuk kamu yang sekarang. Jika nanti memang tidak bisa disusun dari sekarang, susunlah yang bisa disusun sekarang. Kehilangan motivasi dan kepercayaan sepertinya wajar, namun orang lain sudah berlari sampai jauh. Mau tidak mau (lagi), harus berjalan diantara arus. Tidak berusaha atau malah berbalik hanya akan menyusahkan diri ...

Perahu Kertas #20

Tahun 2021 adalah tahun yang lucu. Ada plot twist di mana-mana. Beberapa bulan menuju akhir dari 2021, ternyata masalah yang muncul di awal tahun berangsur-angsur usai. Muncul cerita baru, tokoh baru, dan segera menghantarkan ke masalah yang sudah menanti di masa depan. Begitulah hidup, bukan? Setidaknya aku jadi belajar banyak dari kisah patah hati kali ini. Menyadari betapa bodohnya aku dan.. ya, aku mengakuinya. Menyadari begitu banyak kekurangan yang aku miliki, begitu dangkal isi kepalaku, begitu egois, begitu buruk caraku bersikap maupun berucap.  Aku tidak menyesal akan apa yang telah terjadi di tahun ini―setidaknya untuk saat ini, karena aku jadi bisa memaknai setiap langkah yang telah kulalui. Semoga saja tidak sia-sia.

Perahu Kertas #19

Selamat pagi semesta. wkwk lama-lama kata semesta di awal ini buat muak juga ya Aku mau ngabarin sesuatu. Ternyata isi blog ini tidak berjalan seperti yang aku rencanakan di awal segmen "Perahu Kertas". Awalnya aku ingin menulis tiap postingan dengan momen yang sudah aku jalani bersama Angkasa. Kegiatan-kegiatan yang rutin kami jalani seperti mengunjungi Selasa Wage tiap bulan, nugas sampai matahari terbit―dua kali aja sih, tidak rutin, dua-duanya di KFC Jakal, nugas tapi malah cerita keseharian masing-masing di Krink's Milk, Omah WK, Kaktus, pengalaman pertama kalinya aku nonton bioskop berdua, Tambakboyo, awal-awal analog, dan entahlah.. sampai pada akhirnya pandemi. Aku tidak lagi mungkin bertemu dengannya.  Nah ceritanya, dengan menulis di sini akan jadi pengobat rindu buatku. Membolak-balik memori indah bersama Angkasa yang ada di kepala. Tetapi kenyataan berkata lain. Saat jauh, aku dan Angkasa tetap berkomunikasi dengan lancar. Awalnya karena tugas-tugas, urusan le...

Perahu Kertas #18

orang-orang saling melukai satu sama lain.

Pikiran Kacau #1

Apakah ini kategori baru? Iya kali wkwk Sedikit pembuka, aku ― sama seperti kebanyakan manusia 20 tahunan lainnya ― suka overthinking. Tidak, aku tidak suka, tapi suka dalam artian ya,  u know la. Di satu waktu aku bisa memikirkan seabrek opsi sekaligus. Kemungkinan, peluang, atau bahkan prediksi yang bisa terjadi di tempat lain maupun di waktu yang akan datang. Mendesak masuk gak pake ngantri. Main dorong-dorong aje tuh impuls. Efeknya, aku jadi banyak diam. Mikir hal-hal yang negatif, tapi juga hal-hal yang positif. Mereka beradu. Yah, begitulah. Tidak ada sangkut pautnya juga sih sama yang mau aku tulis kali ini. Tapi intinya, isi tulisan di label ini bakal kacau. Sekacau hatiku pas balon warna ijo meletus. Dor! Aku mau cerita. Setelah melihat orang-orang bucin di medsos, ternyata tidak semua penonton akan menganggap itu unyu. Contohnya aku . M ungkin karena cara, profil pasangan, tampilan, penampilan, lokasi, intensitas, dan banyak lagi faktor ― paling utama faktor perspektif y...

Perahu Kertas #17

Halo, semesta. Sebagaimana bumi yang terus berputar, manusia terus berubah. Beradaptasi dengan kondisi yang mau tidak mau dihadapi. Berdamai dengan semua keadaan, atau menolak dengan segala pelarian. Mudah saja mengatakan, "terima saja". Tapi sungguh, sulit sekali untuk direalisasikan. Sekarang adalah tahap adaptasi. Butuh waktu lama untuk menerima semua kenyataan. Setahun? Mungkin lebih. Peristiwa yang terjadi belakangan aku anggap sebagai arena latihan. Subjek yang aku hadapi, aku anggap sebagai penguji benar salah perbuatanku. Seringnya salah, karena hampir semua pergerakan yang aku lakukan muncul dari rasa impulsif. Sayangnya dampak yang muncul menjadikan aku tidak leluasa berperan sebagai aku―yang biasanya tampil di hadapan teman-teman terdekat. Aku tahu, aku mengganggu. Tidak, aku tidak tahu. Aku bukan peramal yang bisa tahu isi hati manusia. Tapi sepertinya memang demikian, bukan? Tenang saja, aku akan berhenti melakukan semua ini saat pada akhirnya semua usai. Aku per...

Perahu Kertas #16

Aku tidak dianggap sebagai manusia. Hanya itu kalimat yang bisa membantuku menafsirkan semuanya. Jika disimpulkan, ceritanya sangat indah. Rangkaian pertemuan ia dengan bidadari yang tanpa disangka, membuatnya bahagia selama 21 hari. Kemudian bidadari itu mendadak pergi dan menjadikan 21 hari berikutnya teramat sedih. Sedangkan aku, dibuatnya menjalani 176 hari bahagia dengan rasa takut kehilangan. Lalu aku putuskan pergi dengan berat hati. 74 hari berikutnya jadi hari berkabung bagiku, dengan penuh tanya, tangis, dan penyesalan. Di mana dalam 74 hari sedihku ia sedang berbahagia sekaligus menangisi orang lain, sang bidadari. Apa yang bisa kulakukan? Tidak ada. Tapi meskipun merasa tidak dianggap sebagai manusia yang punya perasaan, aku senang bisa mendengar cerita itu langsung dari mulutnya. Aku bersyukur ternyata ia masih percaya padaku. Percaya untuk menceritakan hari bahagia dan sedihnya. Setidaknya ia masih menganggapku sebagai teman.

Perahu Kertas #15

Halo semesta. for the other reason. I know that's a beautiful swan come and go in the lake that reflected by the light of moon pardon me

Perahu Kertas #14

Halo Semesta, bintang-bintang di sini sedang menyapa. Semalam aku mimpi bertemu Sirius. Kami membicarakan banyak hal, terutama tentang keadaan masing-masing. Di sana ramai, ada kak perawat juga. Menyenangkan bisa mendengarkan kisah hidup Sirius, seperti dulu waktu SMP dan SMA. Seperti biasa, Sirius selalu punya cerita super keren untuk ia bagikan. Pembawaannya selalu menarik, tidak pernah bikin ngantuk. Kadang heran, tiba-tiba ia hadir di mimpiku. Dari dulu sampai kapanpun, aku rasa tidak akan ada yang bisa menggantikan posisi Sirius. Bagiku ia adalah yang terbaik.

Perahu Kertas #13

  Manusia penuh dengan kata tanya Senandung apa  Kenapa  Bagaimana Yang dituju bergidik  Seolah semua tanpa makna Tiada tera tiada jera Merelokasi   ingatan di tengah gusar Menjerit risau di ujung batu bercula Menangis kisruh di ruang antipati  Namun hanya hampa menyapa Tidak tahu marah pada siapa Sekali batu  selamanya demikian Mungkin ini saatnya melepaskan