"Aku capek tiap ngobrol pasti ngebahas perkare cinte yang nda ade abisnye" "Aku tahu, aku punye pengalaman di percintaan lebih banyak, sedangkan kau nda. Karene itu, aku nda kayak kau yang masih di fase menggebu-gebu." "Cerite ke orang lain lah, ke siape ke yang kau percaya" dan banyak lagi. Ia bilang tidak punya alasan, hanya senang dan merasa tenang jika berada di dekat "orang baru" ini. Ini adalah tokoh ke sekian yang aku tulis di sini. Tidak ada habisnya, entah kapan habisnya. Angkasa selalu punya orang baru dan aku selalu sakit hati. Tidak bisakah semua ini berhenti? Tidak bisakah aku jadi manusia yang tidak peduli saja padanya? Kenapa aku harus merasakan semua ini? Aku terus bertanya dan mencari penjelasan, yang bahkan Angkasa sendiri tidak punya jawabannya. Aku harus bertanya kepada siapa lagi? Aku jelas tidak terima bagaimanapun kondisinya, siapapun itu. Aku akan selalu menuntut ini dan itu. Tidak ada puasnya. Kenapa aku merasa begitu in...
Sepertinya, ketikan ini akan jadi yang terakhir membahas tentang Angkasa. Tulisan sebelumnya adalah tentang betapa aku tidak terima dan merasa diperlakukan tidak adil, padahal itu adalah hak Angkasa. Tidak ada hubungannya dan aku sama sekali tidak seharusnya mencampuri apa yang ia suka dan ingin lakukan. Kertas kali ini adalah fase penerimaan setelah semua yang aku rasakan. Secara ajaib aku mendapat apa yang aku inginkan. Meski aku tau semua itu semu dan sementara. Tapi cukup, karena Angkasa memang tidak menginginkanku. Singkat cerita setelah aku protes habis-habisan, penuh amarah, Angkasa mengajakku bicara lalu taraa muncul sebuah kontrak untuk menjadi pacar selama satu hari. Tidak sampai satu hari malah, hanya delapan jam. Prosesnya sulit dijabarkan, aku juga masih tidak habis pikir. Bisa-bisanya. Kamis, 26 Januari 2023 adalah hari paling menyenangkan. Hari perjanjian kontrak menjadi pacar Angkasa. Namun, entah apakah ada bonus, hampir sepenuhnya di bulan Januari, Maret, dan April a...