Blog ini isinya bener-bener menggalau mulu. Yaudahdeh daripada dipendem. Aku lagi males nulis di buku cokelat. Buka Twitter atau Instagram bener-bener bencana. Memang ga tau apa-apa soal kehidupan orang-orang adalah pilihan terbaik. Sekitar seminggu aku deactive Twitter Instagram, terus karena bukber tadi dan pengen liat pesan langsung dari teman sekelas yang hilang, mau ga mau aku aktifkan kembali akun Instagram. Kulihatlah story , byur.. patah hati dalam sekejap. Dari story beberapa akun teman Angkasa, mereka dapet bingkisan lebaran dari Angkasa dan.. teman perempuannya Angkasa. Aku ga suka.. dengan aku yang merasa seperti ini. Kenapa aku harus merasa seperti ini? Rasanya tidak bisa terima, sakit hati, cemburu. Kenapa orang orang bisa mudah sekali seperti itu? melakukan ini dan itu bersama Angkasa. Apa sih rahasianya? Bagaimana caranya? Kenapa mereka, bahkan teman dekatku sendiri, bisa gitu dengan enaknya minta jemput angkasa, bareng ke sana, ke mari.. sedangkan aku tidak? Kenapa? Ke...
Halo semesta, yang sedang berkelap. Tahukah kamu apa yang sedang aku rasakan saat ini? Tentu tidak. Asal kamu tahu, tiba-tiba saja aku merindukan Sirius. Aku tahu ia sudah bahagia di sana. Aku juga tahu, tidak akan terbesit tentangku walau hanya sedetik. Tidak ada gunanya memang. Untuk mengobati itu semua, seperti dulu, aku akan menuliskan surat untuk Sirius. Bedanya, dulu aku menulis di perahu kertas sungguhan. Kali ini di sini saja. Tolong bantu aku semesta, sampaikan ini kepadanya. Halo Sirius! Lama sudah tidak berjumpa. Berapa tahun? Dua lebih kalau tidak salah. Ini akan menjadi rekor. Entah keajaiban seperti apa yang membuatku bisa berjumpa lagi denganmu. Tahu tidak, kamu selalu membuatku terkejut akan pesan yang datang setiap dua kali dalam setahun. Pesan-pesan itu datang saat aku lupa tentang keberadaanmu. Namun sebaliknya, saat pikiran tentangmu menghampiri, mau berharap bagaimanapun tidak mungkin ada sapaan darimu. Belum waktunya. Sirius, aku lelah. Aku ingin meng...
Apakah ini kategori baru? Iya kali wkwk Sedikit pembuka, aku ― sama seperti kebanyakan manusia 20 tahunan lainnya ― suka overthinking. Tidak, aku tidak suka, tapi suka dalam artian ya, u know la. Di satu waktu aku bisa memikirkan seabrek opsi sekaligus. Kemungkinan, peluang, atau bahkan prediksi yang bisa terjadi di tempat lain maupun di waktu yang akan datang. Mendesak masuk gak pake ngantri. Main dorong-dorong aje tuh impuls. Efeknya, aku jadi banyak diam. Mikir hal-hal yang negatif, tapi juga hal-hal yang positif. Mereka beradu. Yah, begitulah. Tidak ada sangkut pautnya juga sih sama yang mau aku tulis kali ini. Tapi intinya, isi tulisan di label ini bakal kacau. Sekacau hatiku pas balon warna ijo meletus. Dor! Aku mau cerita. Setelah melihat orang-orang bucin di medsos, ternyata tidak semua penonton akan menganggap itu unyu. Contohnya aku . M ungkin karena cara, profil pasangan, tampilan, penampilan, lokasi, intensitas, dan banyak lagi faktor ― paling utama faktor perspektif y...