Postingan

Perahu Kertas #27

Aku tidak pernah merasa sesia-sia ini suka dengan seseorang. Satu tahun adalah waktu yang lebih dari cukup untuk mengubah seseorang. Berubah drastis. Bahkan seperti orang yang sama sekali tidak pernah aku kenal sebelumnya. Payah sekali, 4 tahun waktuku habis untuk itu. Aku benar-benar bodoh *tambahan tulisan miring ini aku tulis tanggal 29 Juli 2022. Ralat, semua ini tidak sia-sia. Aku bisa banyak belajar dan jadi lebih mengenal diriku sendiri berkat Angkasa. Setelah membaca ulang, aku minta maaf karena waktu itu sudah berpikiran buruk.

Perahu Kertas #26

Blog ini isinya bener-bener menggalau mulu. Yaudahdeh daripada dipendem. Aku lagi males nulis di buku cokelat. Buka Twitter atau Instagram bener-bener bencana. Memang ga tau apa-apa soal kehidupan orang-orang adalah pilihan terbaik. Sekitar seminggu aku deactive Twitter Instagram, terus karena bukber tadi dan pengen liat pesan langsung dari teman sekelas yang hilang, mau ga mau aku aktifkan kembali akun Instagram. Kulihatlah story , byur.. patah hati dalam sekejap. Dari story beberapa akun teman Angkasa, mereka dapet bingkisan lebaran dari Angkasa dan.. teman perempuannya Angkasa. Aku ga suka.. dengan aku yang merasa seperti ini. Kenapa aku harus merasa seperti ini? Rasanya tidak bisa terima, sakit hati, cemburu. Kenapa orang orang bisa mudah sekali seperti itu? melakukan ini dan itu bersama Angkasa. Apa sih rahasianya? Bagaimana caranya? Kenapa mereka, bahkan teman dekatku sendiri, bisa gitu dengan enaknya minta jemput angkasa, bareng ke sana, ke mari.. sedangkan aku tidak? Kenapa? Ke...

Perahu Kertas #25

Hamparan asa hilang bersama angin. Saat ini aku merasa hatiku sudah membeku. Lupa bagaimana rasanya berapi-api hendak bertemu dengan seseorang. Seperti sirna, semangatnya telah patah. Seperti pupus, tidak ada gunanya mencoba. Sebab, sudah khatam bahwa jawabannya adalah penolakan. Angkasa, aku harus bagaimana? Aku tidak mau sampai menyerah, tapi aku juga sudah lelah. *tambahan tulisan miring ini aku tulis tanggal 29 Juli 2022. Ternyata sampai saat ini aku belum menyerah. Memang belum menyerah, tapi aku memutuskan untuk lebih menerima. Aku tidak pergi atau menjaga jarak. Aku hanya tidak ingin berbuat salah dan banyak menuntut lagi, terlebih berharap.

Perahu Kertas #24

Perjalanan pulang dari Jogja-Jakarta-Pontianak bersama Angkasa adalah perjalanan paling menyenangkan yang pernah aku alami. *tambahan tulisan miring ini aku tulis tanggal 29 Juli 2022. Memang benar. :)

Perahu Kertas #23

Selamat malam, Aku menyebut seorang yang aku suka dengan nama Angkasa juga ya di sini? Ohiya benar, ada di Perahu Kertas awal-awal. Ini adalah postingan pertama di tahun 2022, meskipun tidak juga. Januari kemarin aku sempat mau menulis, tapi entah kenapa tulisannya terpotong, baru tiga baris. Sepertinya waktu itu aku mau berterharu ria karena sedang bersenang ria tapi jatohnya inget-inget yang bersedih ria. Yah, begitulah. Di tahun ke-22 ini—ceilah baru juga jalan 10 hari, aku merasa jadi orang yang dewasa awal itu.. sungguh tidak enak. Memberatkan. Penuh masalah yang timpang tindih, bersangkut-paut, bak domino. Satu hal dapat berkelindan dengan hal lain. Berinteraksi dengan manusia adalah hal paling rumit, ya siapa pula yang bilang gampang. Mereka punya 1001  defense mechanism . Niat ingin berpesan A, yang ditangkap B, dampaknya C. Aghh! Setelah dibaca ulang, jelek sekali ya tulisanku. Kalimat pertama paragraf pertama dengan kalimat selanjutnya ngga nyambung. ew. Tapi, pada d...

Perahu Kertas #22

Semesta semakin lama semakin lucu dan aneh saja, ya? Aku mulai merasa tahun ini adalah tahun teraneh. Dimulai dengan kebingungan sana-sini, lalu diakhiri dengan fakta menyenangkan bukan main wkwk. Yeah, setidaknya menyenangkan bagiku. Meskipun ini bukan ending , aku sudah belajar cukup banyak, jadi—semoga saja, akan lebih baik. Satu sisi muncul pertanyaan, "apakah sebaiknya kusimpan rasa suka ini atau dibuang saja yang jauh?" Diikuti dengan cabang pikiran yang semakin ditarik, dahannya jadi semakin banyak. Bikin takut saja. Tidak, tidak, aku tidak mau merasa seperti itu lagi. Setelah kutelaah diriku lebih dalam, akar masalah ada di rasa takut dan cemas berlebihan. Outputnya bisa jadi banyak macam. Aku jadi gampang marah, sedih, kesal, tidak terima, berpikir negatif, dan mengekang diri sendiri. Parahnya sampai mengekang orang lain juga. Sungguh maafkan aku. Sikap yang paling benar sejauh ini sepertinya, ya sudah, lepaskan saja. Tidak ada yang perlu dipaksakan atau takut akan k...

Perahu Kertas #21

Aku rasa, semakin dewasa akan semakin banyak kata yang sebaiknya tidak perlu diucapkan. Semakin dewasa, semakin sedikit manusia yang benar-benar berarti. Semakin dewasa, kebutuhan sosial itu susah untuk digapai. Kamu hanya bisa bergantung pada diri sendiri. Mau tidak mau, hal yang tidak mau menjadi, ya.. mau tidak mau. Entah itu untuk dijalani, disyukuri, diterima dengan lapang dada. Tidak semua berjalan dengan apa yang dimau. Terlalu banyak berharap hanay akan menyakiti diri sendiri. Menunggu yang tidak mengharapkan kita sama sekali, sepertinya hanya akan buang-buang waktu. Tidak ada yang tahu masa depan, memang. Bahagiakanlah diri untuk saat ini, hidupmu adalah untuk kamu yang sekarang. Jika nanti memang tidak bisa disusun dari sekarang, susunlah yang bisa disusun sekarang. Kehilangan motivasi dan kepercayaan sepertinya wajar, namun orang lain sudah berlari sampai jauh. Mau tidak mau (lagi), harus berjalan diantara arus. Tidak berusaha atau malah berbalik hanya akan menyusahkan diri ...