Postingan

Analog Bukan Bagaikan

Gambar
Premier PC 480 Tadinya aku mau nulis sebagian dari yang sudah aku tulis di buku. Tentang bagaimana aku mendapatkan kamera itu. Tapi bukan sembarang tapi, blog ini harus tutup sampai waktu yang tidak ditentukan //udah kayak daerah terpapar Coronavirus ae. Tenang, semua aman di draf. Untung Google keren, bisa logout perangkat dari perangkat lain. Kalau tidak, tamat sudah riwayatku.  Fyi , artikel di blog ini terbit hampir setiap bulan. Istiqomah sejak Mei 2018. Kalau lagi kepengen, sebulan bisa lebih dari satu. Ditotal sejak blog ini dibuat, sudah ada 75 artikel--termasuk tulisan ini. //paragraf ini khusus untuk yang tadi penasaran, biar jadi tambah penasaran :v Catatan: Akan aku perlihatkan kepadamu suatu hari nanti. Mungkin bertahun-tahun yang akan datang. Berdoa semoga kita diberikan kesehatan. Terhindar dari serangan wabah penyakit yang mendunia itu. Biar kamu bisa cerita ke anak-anakmu juga. Mungkin. wkwk. Punya kawan keren sekaligus aneh kayak aku.

Kembali kah?

Kadang hidup ini memang seperti itu ya.. Tidak boleh berharap ataupun berekspektasi terlalu tinggi. Lupakan saja, dan apa yang pernah diharapkan suatu hari akan terjadi begitu saja. Tidak terduga. Sangat tidak terduga. Tetapi sebagaimana manusia, sepertinya akan susah untuk menghindari hal-hal penuh pengharapan seperti itu.

Tutup dan Akhiri

Halo Semesta! Hari ini aku menyadari sesuatu. Setahun sudah aku memerhatikan, menjalani. Atas apa yang aku tulis sejak setahun yang lalu, aku semakin sadar bahwa.. ia bukanlah orangnya. Semakin aku mencoba berpaling, semakin aku tidak menemukan apa-apa. Kemudian jawabannya kembali mendaji, "memang tidak ada yang bisa menggantikan Sirius". Aku seperti.. terlanjur membentuk tolok akur, yaitu seperti Sirius. Memang yang seperti itu yang aku suka, entah mengapa. Aku juga sadar, tidak akan mudah menemukan yang seperti Sirius kemudian menghampiri seseorang seperti aku yang tidak bisa apa-apa ini.  Musyawarah akhir periode kemarin selama beberapa hari menunjukkan bahwa, entahlah.. aku jadi kecewa saja. Ke mana sosok hebat yang ada di diri koordinator Acara yang sering diceritakan. Aku menunggu sekali adegan itu. Tidak bisakah tunjukkan kepadaku dan di hadapan yang lain. Bukannya ini satu-satunya jadi pilihanmu? Kenapa tidak, bahkan bersuara untuk sekadar bertanya saja tida...

Hello

Masih bisa terngiang di kepalaku nada bicaranya saat mengucapkan kata "hello". Bukan, itu sama sekali bukan sapaan. Mulai dari sejak lama, hampir setahun? Oh sepertinya belum. Ia memasukkan kode sidik jarinya di handphoneku. Ada tulisan "Jangan dihapus!!!" di daftar sidik jari. Ia dapat membuka handphoneku yang terkunci. Fakta itu membuat aku tersenyum selama mengingatnya. Aku juga melakukan hal yang sama, di handphone lamanya. Bedanya, aku izin dulu waktu masukkinnya. Tapi ia sepertinya tidak terlalu peduli juga. Masih aja kaget, "loh kok bisa buka?" pas aku buka kunci handphonenya. Dasar. Makin ke sini, ia terkadang mengambil dan memainkan handphoneku sesukanya (kalau pas kegeletak gak kepake ajasi). Ia penasaran dengan beberapa aplikasi yang mungkin agak aneh baginya. Pernah ngebongkar isi aplikasi gambarku, Paper . Ada folder yang isinya gambar gajelas menuju dark gitu -.- galau-galau geblek. Main game 2048 versi kota, dan paling buka tutup a...

Takut

Halo. Hampir saja aku melewatkan satu list bulan. Oktober ini.. aku merasa sangat sangat sering bertemu dengan seseorang. Ini tepat satu tahun sejak aku menyadari bahwa keberadaannya di duniaku jadi teramat penting. Tepat satu tahun yang lalu saat aku sering ke tepian waduk, sendirian dalam kehampaan. Berharap ia tiba-tiba saja muncul. Tahun ini tidak jauh berbeda, aku tetap ke tempat itu sendiri. Tetap berharap ia muncul. Namun, bedanya dalam keadaan takut, “apakah ia tidak bosan selalu melihatku? Selalu bertemu dan berbincang denganku?”.  Aku bisa saja bertemu dengannya tadi. Tapi, aku takut akan kenyataan bahwa sebenarnya keberadaanku tidak terlalu diinginkan olehnya.

Tidak Sengaja

Padahal kemarin, di hari pertama puasa aku sudah membayangkan akan bertemu secara tidak sengaja sosok Sirius di lapak penjualan kue-kue berbuka daerah malioboro atau keraton. Soalnya sehari sebelum itu aku melihat beberapa foto menunjukkan bahwa ia sedang berada di sini. Namun, sejak dulu seperti itu. Tidak ada satu pun bayangan bodohku tentangnya yang benar-benar terjadi. Sekali terlalu berharap, tetap terlalu berharap. Sampai kapanpun itu. Mungkin sampai aku benar-benar lupa. Namun, keesokan harinya, tebak apa? Tepat tadi sore, aku mendatangi dua tempat penjualan kue untuk riset. Tempat yang sekiranya menyajikan banyak kue dan ramai dikunjngi. Tempat pertama aku tidak menemukan yang menarik untuk difoto. Tempat kedua, aku dan temanku terjebak hujan dan menunggu reda hampir satu jam. Begitu reda, kami ke tempat kedua. Aku bertanya sekali lagi, tebak apa yang terjadi? Bukan, bukan Sirius. Secara tidak sengaja aku bertemu dengannya! Siapa? Itu.. ia yang sangat baik, dan begitu tenan...

Buku

Terkadang aku sulit untuk membadakan mana yang sudah terjadi, mana yang hanya khayalanku saja. Terkadang ingatanku cepat meluap. Tidak ingat apa-apa lagi, padahal merupakan kenangan bahagia. Aku menulis agar ingatan itu tidak hilang tanpa sisa. Aku takut jika ingatan akan hari-hari menyenangkan dalam hidupku tidak bisa dipanggil lagi. Untuk itu aku berusaha mem backup hampir setiap hari pengalaman dalam hidupku. Tentunya, yang menyenangkan dominan. Aku tulis sedetail yang aku ingat. Jika itu ingatan yang tidak perlu diingat seperti tentang kemarahan, kecewa, cemburu, aku meninggalkannya. Bersyukur jika melupakannya. Namun tidak dengan kenangan sedih. Emosi negatif setiap orang berbeda akan keluar seperti apa. Kalau aku, sedih. Jika terdapat pelajaran yang dapat diambil, atau sudah tidak tahu harus lari ke mana, aku menuliskan sebagai petuah bagi diriku sendiri dengan kalimat tersirat. Aku memulai semua itu sejak SMP. Kelas 2 mungkin. Aku menamainya Tweet Book . Karena aku bisa ...