Postingan

Bintang Laut!

Video berdurasi hampir enam menit itu membuatku tersenyum tiap kali memutarnya. Aku tahu, tepian pantai itu telah menyimpan miliyaran kisah sejak zaman dahulu kala. Manusia silih berganti datang dan pergi. Pada akhirnya tiba giliranku menginjakkan kaki di permukaan pasir nan lembut itu. Aku tidak sendiri. Ada teman-teman yang membuat pantai lebih berwarna. Terlebih, ada kehadiranmu yang membuat tepian pantai gelap seolah benderang dengan sendirinya. Angin yang menusuk juga tidak ada apa-apanya jika disandingkan dengan hangatmu.  Bintang yang bertabur di langit maupun di balik bebatuan karang seolah menjadi saksi. Semoga saja pesanku tersampaikan.

Akankah Bintang Terganti

Tidak sengaja aku bertemu sobatku di masjid kampus. Sering sekali aku berjumpa dengannya secara tidak sengaja, tidak di kota SMA, tidak di tempat kuliah-yang bahkan masih seprodi saja sulit untuk bertemu- dengannya, sering sekali. Entah magnet jenis apa yang membuat aku sering sekali tidak sengaja bertemu dengan sobatku yang satu ini. Padahal ya, jika dikomparasikan antara jadwal agendaku dengannya jelas lebih padat ia. Bisa-bisanya. Beberapa pertemuan tidak hanya berhenti di, "halo", kemudian "eh, kamu, aku duluan ya". Tidak. Seperti hari Senin lalu, dari masjid kami jadi bareng ke perpus. Tujuanku setelah dari masjid memang mau ke perpus, dia ngikut. Baiklah, paling tidak aku jadi tidak sendiri. Di sana kami bersua dalam kesibukan menghadap laptop masing-masing. Aku mengerjakan tugas, ia belajar. Berjam-jam kami di sana, ternyata satu sobat SMA lainnya juga sedang di perpus. Aih, tidak perlu ternyata aplikasi Zenly untuk mempertemukan kami secara tidak sen...

Pelataran Jalanan Membagi Kisah

Adalah tentang perjalanan saat bercengkrama riang bersama. Perjalanan membosnkan adalah nol besar, di mana berbagi menjadi yang utama. Di antara berbagai posisi, kenapa kamu memilih untuk berada di sisiku? Aku datang bersama ia, kamu tidak biarkan saja ia tetap di sisiku? Apa hal yang mendasarimu untuk berbelanja oleh-oleh di tempat yang tak jauh dari lokasi tujuanku? Kenapa kamu meneleponku kemudian menanyakan posisi? Kenapa kemudian kamu menemuiku? Kenapa kemudian kamu berjalan di sampingku? Kenapa kamu .. Di luar semua itu, aku bersyukur dan sangat bahagia. Dari milyaran kemungkinan yang akan terjadi dalam hidup, pilihan itu yang terjadi. Pilihan itu yang kamu atau aku serta orang di sekitar kita pilih. Hingga akhirnya menjadi memori indah. Aku tersenyum tiap kali mengingatmu. Senyum.. yang teramat lebar.

Tahun 2019 tentang 2018

Ini adalah postingan pertama di 2019. Sudah masuk hari ketiga, sudah masuk hari-hari UAS. Lalu, apa yang akan aku tulis di sini? Hm, bagaimana kalau sedikit merangkum tahun 2018. Baiklah.. Awal tahun 2018 aku dan keluarga berlibur tahun baruan di Kuching, Malaysia. Banyak orang Kalimantan Barat yang berlibur ke sana, termasuk aku. Menyenangkan. Salah satu rumah makannya menyetel lagu Indonesia yang sempat viral di pertengahan 2017, Surat Cinta Untuk Starla. Sumpah itu lagu bertebaran pas aku di Jogja, di kelas pas di Pontianak juga, eh, ternyata pas ke negeri orang juga. Setelah libur semester selesai, aku masuk semester akhir di SMA. Ujian pun mulai deras mengguyurku. Parahnya, aku yang malas belajar ini bukannya sadar, malah makin malas belajar. Aku merasa pesimis mengejar semua ketertinggalan materiku. Kenapa aku bisa ketinggalan yak? Oh iya, dulu tuh pernah ikut lomba, berderet trus ketinggalan banyak materi. Males banget ngejar. Au ah, bodo amat...

Merbabug

"Kasi nama siapa ya?" Aku mikir lama, "Merbabug." Ia tertawa. Tiga hari di cuaca yang ekstrem, tempat yang ekstrem, serta kondisi lainnya yang senantiasa mengarah kepada ke ekstreman. Di saat itulah sifat sebenarnya manusia terlihat. Diadu dengan kondisi fisik yang lelah, kondisi mental tidak jarang ikut merosot. Aku bingung, terkadang ekspektasiku meleset. Tapi ini, ia konsisten seperti ekspektasiku malah lebih baik. Sangat baik hati dan selalu sabar. Aku pikir sudah punah spesies laki-laki yang tidak akan mengucapkan kata kebun binatang, ternyata masih ada. Sejak pertama kali aku mengobrol lama dengannya (di Perpus), hingga kemarin saat perjalanan pulang dari mendaki Gunung Merbabu, aku merasa ingin menceritakan semuanya. Semua yang aku ketahui, semuanya aku ingin ceritakan, semua yang aku alami. Jarang sekali hal ini terjadi. Jarang sekali aku bisa bercerita sangat-sangat banyak kepada seorang laki-laki. Dari semua teman laki-laki yang aku punya, yan...

Tanpa Heart Beat Fast

Postinganku akhir-akhir ini dominan menceritakan tentang seseorang. Betapa ia membuat hari-hari beratku di kota orang ini menjadi jauh lebih ringan. Padahal, tidak banyak yang ia lakukan. Setelah diingat lagi, berbincang hangat dengannya menjadi agenda terbaik. Membicarakan tentang kota halaman, keseharian, keinginan, serta keluhan. Apa saja. Favoritku adalah saat berbincang di perjalanan. Jarak dekat maupun jauh. Sungguh aku menemukan teman berbincang terhangat. Banyak pelajaran yang aku petik dari cerita-ceritanya. Tidak, tidak semata hanya petuah di akhir cerita, melainkan cara berpikir begitu tulus. Aku menyukai, atas dasar sifat baiknya. Suka karena seseorang itu baik. Suka akan kehadirannya dan menanti saat akan berbincang ria kembali. Suka yang tidak seperti biasa aku menyukai seseorang. Seperti yang terdahulu, jika sudah suka, muncul krasak-krusuk dag-dig-dug. Namun, tidak untuk seseorang ini. Berkali-kali aku katakan — dan memang demikian adanya — saat berada di sisinya,...

Live Report

Malam ini, kota Jogja begitu indah. Dari atas sini, aku bisa menatap kerlap kerlip kota. Dari atas sini pula aku bisa bercakap begitu banyak dengannya. Dari atas sini, aku merasakan ketenangan dua kali lipat. Pertama untuk suasana pegunungan, dan kedua untuk sesuatu yang tidak bisa kusebut dengan untaian kata. Aku sangat senang. Semua begitu sederhana. Namun dengan kesederhanaan itu, kebahagiaan tercurah tiada tara. Aku yakin, kali ini mungkin rasanya biasa saja. Namun besok, besok, dan besok lagi.. hari ini akan aku ingat Dengan senyum mengembang. Jogja begitu indah malam ini.