Postingan

Empty

I don't know why.. hari-hariku terasa kosong. Rasanya hidup ini hampa. Sehampa isi toples kue di akhir lebaran.. Kemarin, aku rasanya gini, terus aku melukis. Kemudian, efeknya lumayan, aku merasa puas dan senang. Merasa lebih baik. Kemudian aku merasa seperti itu lagi hari ini, aku coba obati dengan melukis lagi. Hasilnya, buruk. Suasanaku makin hampa. Tidak berefek. Kenapa ya.. Aku pemalas. Padahal lagi uts tapi malah aku ga tau harus ngapain. WOY BELAJAR WOY!! MALAH NULIS BLOGG!!!? Yaelah.. ya ampun.. hmm betapa malasnya diriku. Aku ga tau kenapa malas ini sungguh sulit untuk dibuang. Tidak ada motivasi untuk menyentuh materi sedikitpun. Ya Allah aku kenapa. Bandelnya diri ini buat baca-baca aja. I need.. something or someone who can make me termotivasiiiiii.. samwan halpemee huaaa T_T

ART JOG 2018!

Gambar
Lokasi: Jogja National Museum Jalan Prof. Ki Amri Yahya No. 1, Yogyakarta  INDONESIA Festival atau pameran seni ini diselenggarakan setahun sekali dengan durasi satu bulan. Pertama kali diselenggarakan pada tahun 2008 dengan nama Jogja Art Fair, namun pada tahun 2010 berubah menjadi Art Jog. Art Jog diselenggarakan oleh Heri Pemad Art Management.  Pada tahun ini diselenggarakan dari 6 Mei sampai 6 Juni 2018. Penjelasan lengkapnya tentang Art Jog: ART EXHIBITION ARTJOG adalah sebuah peristiwa seni yang telah mendedikasikan dirinya untuk membangun jejaring seni rupa kontemporer di tingkat lokal dan juga komunitas seni rupa global. ARTJOG berkomitmen untuk menampilkan karya-karya terbaik dari para seniman undangan yang telah ditunjuk oleh ARTJOG.  Selain itu, ARTJOG juga membuka kesempatan yang luas bagi seniman dan publik untuk berpartisipasi dalam pameran melalui Open Call Application, untuk kemudian dikurasi oleh kurator ARTJOG. Open Cal...

Connection

Gambar
Tidak ada yang pernah membayangkan. Sebenarnya hanya kebetulan saja. Jadi, suatu hari aku melangkahkan kaki ke tanah Ibu Kota. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Depok. Ngapain? Ya, cuma tes masuk perguruan tinggi negeri. Awalnya minder, gimana nggak, aku seperti alien. Aku bisa menirukan logat mereka sih, cuma tidak terlalu fasih. Lo-gue di mana-mana. Aneh sekali rasanya. Aku pengen berkenalan, paling tidak ada satu lah. Jadi, aku perhatikan sekitar. Mengidentifikasi mereka satu-satu. Ada yang bareng teman-temannya, ada yang gak nyangka juga seperti, "eh, lo ikut simak juga? Katanya si ini juga, tapi gatau dah di mana. Kalo si itu? eh iya gue ketemu juga tadi. hahahha." like that lah. detik itu juga /glek/ ini bukan duniaku. Aku tersesat. Aku siapa. Aku di mana. Kemarin makan di warteg udah bayar belum ya. /lah/ Untung saja tidak semua berspesies sama, em maksudnya, masih ada yang juga kelihatannya masih sekasta denganku. Ada yang sendiri juga, sama sepertiku. ...

Bingung

Tes, 1.. 2.. 3.. Sebenarnya aku ga binhgung juga sih.. Cuma, galau aja. Karena salahku sendiri sih.. Aku padahal udah SMA, sekarang kelas XII pula, masa masih malas gini sih.. Apalagi di sekolah ini isinya pada pinter. Berdasarkan nilai ujian SMP kemarin. Aku sekolah di SMAN 1 Kota Pontianak. Katanya sekolah termasuk sekolah favorit di sini. Aku pindah karena pengen lanjutin ke SMA yang lebih baik. Ya, lebih baik daripada di daerah.. Tapi, aku harus jauh dari orang tua dan adikku. Itu resiko yang sangat berat, soalnya aku dulu sedikit sekali punya teman dekat, dan akupun gilanya itu ya di rumah. Kalo biasa orang kan kalo udah berteman deket banget kan dia muncul sifat aslinya gitu,rada gila gimana gitu. Ngerti kan? Nah ini ni dari SD sampe SMA tuh,yang ada temen-temen pada segan denganku. Mungkin karena faktor aku anak guru hehe. Jadi, aku cuma bisa "menggila" kalo Aku sudah sangat bahagia memiliki mereka, jadi maindsetku seperti mengatakan kalo, aku nih udah punya ...

VEI yang Terabaikan hingga Memunahkan

            Apa yang kamu rasakan bila sebuah gunung merapi di pulau yang jauh dari kediamanmu meletus? Apalagi jika kamu tinggal di pulau Kalimantan yang tidak terdapat gunung merapi sama sekali, kamu pasti akan tenang-tenang saja bukan? Tetapi siapa yang menyangka apabila sebuah gunung merapi meledak dengan skala letusan tertinggi, yaitu 8 VEI dapat menyebabkan kerusakan yang luar biasa dahsyat bagi kehidupan di dunia.             Besar-kecilnya letusan gunung berapi diukur lewat volcanic explosivity index (VEI). VEI pertama kali dikemukakan oleh Chris Newhall dari U.S. Geological Survey bersama Stave Self dari Univ. Hawaii pada tahun 1982 untuk menyediakan pengukuran relatif dari besarnya letusan gunung berapi yang dihitung dengan skala logaritmik. VEI dimulai dari skala 0 yang paling ringan, dan secara teknis tidak memiliki batas atas. Namun, letusan gunung berapi terbesar yang pernah dicatat...

Kembali

Beberapa waktu lalu aku mengikuti kelas menulis bersama Bernard Batubara, penulis yang cukup terkenal. Beberapa karyanya diadaptasikan ke film layar lebar. Hal yang membuatku bersemangat untuk kembali menghidupkan blog ini adalah ternyata ia bersekolah di SMA tempat aku bersekolah sekarang. Sejak dulu, aku mengimpi-impikan untuk masuk ke SMA ini supaya bisa masuk ke Perguruan Tinggi yang aku impikan pula. Tapi, makin ke ujung, rasanya tetap saja sulit untuk ke Perguruan Tinggi itu. Aku terbiasa menulis diary. Saat mendapatkan pengalaman yang tidak ingin aku lupakan. Rasanya, lancar sekali kalau menulis dengan pulpen. Jika di sini, mungkin aku belum terbiasa jadi aku seperti benar-benar memikirkan apa yang harus aku tuliskan. Tidak seperti dengan pena dan kertas, semua mengalir begitu saja. Aku senang kalau melihat grafik pemirsa, terkagum-kagum sendiri ternyata ada juga orang yang mau melihat blogku ini, meskipun hanya belasan, rasanya senang. Terima kasih. Aku harap, aku dapat m...

K&R

"Gimana ya, rasanya bisa tinggal di planet lain selain Bumi. Yang warnanya biru, terus diterangi bintang biru juga dan gak ada polusi," gumam seorang gadis sambil mendongak ke luar jendela. "Ngawur! Mungkin sih, iya. Tapi sampai cucunya cucu kamu punya cucu!" tukas teman cowok yang duduk di sampingnya. Gadis itu membalikkan badannya, "Apa salahnya berharap. Diem aja." "Jangan ngarap ketinggian. Ntar gak nyampai, terus kamu jatuh. Jatuh itu, bukannya nggak sakit tauk." Ia hanya membalas dengan memutar searah jarum jam kedua matanya, membalikkan badan, dan kembali kembali berhayal melihat luar jendela. Rere suka sekali menghayal. Mulai untuk sejam yang akan datang, besok, bulan depan, tahun depan, 12 tahun yang akan datang, hingga berabad-abad-abad yang akan datang. Semua ia bayangkan. Dan semua itu membuat teman sebangkunya—Key risi berat setiap hari. Berbanding terbalik dengan Rere, Key benar-benar tidak menyukai khayalan bodoh yang n...